Mahasiswa KKN-MP UIN Walisongo Adakan Bimbingan Belajar dengan Mematuhi ‎Protokol Kesehatan.‎

Semarang- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Pengakuan (KKN-MP) 2021 Universitas ‎Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang beri bimbingan belajar secara tatap muka dengan ‎tetap mematuhi prokol kesehatan, kepada anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) ‎Riyadlul Muttaqin, Desa Watusari, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunung Pati. (Ahad, ‎‎30/05/2021)‎
Satu di antara Mahasiswa KKN-MP, M. Bakhtiar Luthfi mengatakan, kegiatan pemberian ‎bimbingan belajar ini bertujuan untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan kepada anak-‎anak TPQ Riyadlul Muttaqin.‎
‎“Bimbingan belajar tatap muka ini merupakan bagian dari program kegiatan dalam rangka ‎memberikan manfaat berupa ilmu pengetahuan kepada anak-anak TPQ Riyadhul Muttaqin,” ‎ujarnya.‎

Menurut mahasiswa asal Kudus ini, kegiatan bimbingan belajar di masa pandemi diharapkan ‎dapat membantu anak-anak ketika mengalami kesulitan belajar dan dapat membantu dalam ‎mengerjakan tugas rumah yang belum mereka mengerti.‎
‎“Adanya bimbingan belajar ini kiranya dapat menambah semangat belajar anak-anak, ‎membantu mereka ketika mengalami kesulitan belajar dan membantu mereka mengerjakan ‎tugas rumah, mengingat di masa pandemi ini anak-anak dianjurkan untuk belajar di rumah, ‎materi-materi pun dikirim secara online,” terangnya.‎
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan bimbingan belajar tatap muka dilakukan selama 3 hari, ‎dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran Lembaga Penelitian dan ‎Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo.‎
‎“Dalam kegiatan ini, kami melakukan bimbingan belajar kepada anak-anak selama tiga hari ‎dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker dan mencuci tangan sebelum ‎melakukan kegiatan, hal ini sesuai dengan anjuran dari LP2M kampus,” ungkapnya.‎
Koordinator Desa (KorDes) Ahmad Safik mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari ‎beberapa kegiatan yang diadakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.‎
‎“Dalam rangka terjun ke masyarakat, kami melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah ‎memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak TPQ Riyadlul Muttaqin,” ujarnya.‎
Ketua TPQ Riyadhul Muttaqin, Muhammad Jamhari mengapresiasi kegiatan edukasi itu. Ia ‎mengatakan, kegiatan ini dapat membantu para siswa untuk terus semangat dalam belajar di ‎tengah pandemi yang masih berlangsung.‎
‎“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, kegiatan yang dapat membantu para siswa dalam ‎belajar dan menambah semangat mereka dalam belajar di tengah musibah pandemi yang ‎melanda,” ujarnya.‎

KKN Mandiri Pengakuan Menggelar Khataman Al-Qur’an

Semarang- Bertepatan 20 ramadan seluruh mahasiswa KKN-Mandiri Pengakuan (MP) ‎Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar khataman Al-Qur’an, yang diadakan di ‎PH Walisongo tv. Pada Ahad (02/05/2021).‎
Kordes utama KKN-MP, Ahmad Syafik mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk ‎memeriahkan bulan ramadan dan sebagai sarana penambah ketaqwaan.‎
‎“Kami mengadakan acara khataman al-qur’an dan pembagian takjil untuk memeriahkan bulan ‎Ramadan dan menambah ketaqwaan,” ujarnya.‎
Ia menambahkan bahwa proses khataman dimulai dengan membaca al-qur’an bersama, ‎kemudian pembacaan doa dan tahlil. Dilanjutkan dengan pembagian takjil gratis sebagai acara ‎puncaknya.‎
‎“Proses khataman dimulai dari membaca khataman bersama dan dilanjutkan dengan ‎pembacaan tahlil, ditutup dengan bagi takjil,” lanjutnya.‎
Adapun antusias anggota KKN-MP sangat senang dalam menjalankan kegiatan ini. Hal ini ‎diungkapkan oleh Noval M Sadewa, salah satu anggota KKN-MP.‎
‎“Iya, yang jelas sih, seneng banget ngadain khataman bareng,” ujarnya.‎

Ia berpendapat bahwa mengadakan acara seperti ini dapat menambah banyak amalan di bulan ‎ramadan.‎
‎“Bulan puasa gini kan emang harus banyak nyari amal baik, dengan adanya kegiatan ini kita ‎mendapat kesempatan buat mencari amal sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. ‎

KKN Mandiri Pengakuan Bagikan 300 Takjil kepada Masyarakat

Semarang-Mahasiswa KKN-Mandiri Pengakuan (MP) Universitas Islam Negeri (UIN) ‎Walisongo membagi 300 takjil kepada masyarakat sekitar kampus. Pada Ahad (03/05/2021).‎
Kegiatan tersebut diadakan menjelang berbuka puasa oleh gabungan dari tiga kelompok ‎KKN-MP. Kordes utama KKN-MP, Ahmad Syafiq mengatakan bahwa kegiatan ini ‎merupakan bagian dari rangkaian acara khataman qur’an KKN-MP. ‎
Kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan bulan ramadan, menambah ketaqwaan serta dapat ‎terjun langsung ke masyarakat.‎
‎“Kami mengadakan acara khataman al-qur’an dan pembagian takjil untuk memeriahkan bulan ‎Ramadan dan menambah ketaqwaan, serta terjun ke masyarakat,” ujarnya.‎

Ia menambahkan bahwa pembagian takjil ini dilakukan secara langsung di pinggir jalan.‎
‎“Pembagian takjil dilakukan secara eksklusif di pinggir jalan Raya Ngaliyan,” imbuhnya.‎
Ida Rahmiati, Kordes kelompok tiga mengatakan bahwa takjil-takjil yang akan dibagikan ‎berasal dari iuran per-kelompok, dengan jenis takjil berupa Es Kuwut dan jajanan pasar.‎

‎“Jadi, kita iuran perkelompok. Untuk takjil yang dibagi ada 250 kantong es kuwut dan 300pcs ‎jajanan pasar,” ungkapnya. ‎
Ia menambahkan bahwa pembagian takjil ini dilakukan oleh tiga kelompok KKN-MP dengan ‎lokasi yang berbeda-beda, namun masih dekat dengan kampus.‎
‎“Pembagian tempat itu kelompok 1 di lampu merah Krapyak dan masjid BPI, kelompok 2 di ‎depan kampus 3 dan kelompok 3 di Beringin,” sambungnya. (M.Rifqi. S)‎

LP2M GELAR WORKSHOP EVALUSI KKN TAHUN 2021

Semarang- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Walisongo Semarang menggelar workshop Evaluasi KKN Tahun 2021 pada Jumat (19/3/2021) di Hotel Azana Semarang. Kegiatan Evalusi ini merupakan bagian dari kegiatan KKN MIT DR XI. Kegiatan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pemkab Kendal, Pemkot Semarang, dan Pemkab Smarang, serta didampingi jajaran LP2M.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua LPPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Akhmad Arif Junaidi. Pada sambutannya mengatakan sejak adanya pendemi covid-19 maka KKN dilakukan dari rumah atau yang sering dikenal dengan KKN-DR. Pola KKN ini tentunya berbeda dengan KKN yang dilakukan secara offline atau langsung sebagaimana biasa, sehingga memerlukan evaluasi, masukan dan juga arahan dari berbagai pihak agar kedepannya KKN bisa lebik baik lagi meskipun dilakukannya dari rumah. Besar harapannya di Tahun 2021 ini KKN secara offline diadakan kembali sehingga bisa melaksanakan KKN Nusantara dan KKN yang dilakukan di luar Negeri agar bisa memberikan pengalaman yang lebih kepada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatannya di masyarakat lintas daerah ataupun lintas Negara” Ujar Ketua LP2M.

Workshop Evaluasi ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 UIN Walisongo Semarang. Dalam sambutannya KKN menjadi kegiatan yang penting untuk melahirkan mahasiswa yang tidak hanya pintar tapi juga responsif terhadap lingkungan atau masyarakat sekitar. Ucapan terimaksih juga disampaikan oleh Dr. Arief Budiman kepada Tim LP2M yang sudah melaksanakan KKN dengan berbagai model di era pendemi ini. Besar harapannya kedepan kegiatan KKN bisa lebih dikembangan lagi dengan berbagai pola seperti mengimplementasikan dua metodologi; PAR (Participatory Action Research) dan ABCD (Asset Based Community-driven Development), dan terbuka kemungkinan mengadopsi metodologi lain yang lebih memberikan manfaat pada komunitas dan universitas. “Wilayah pengabdian masyarakat juga bisa diperluas tidak hanya berbasis wailayah atau nusantara tetapi juga luar negeri” tambahnya.

UIN Walisongo Gelar KKN Jogo Tonggo di Kampung Halaman

Semarang – Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tetap menjalankan perkuliahan praktik mesti masih dalam suasana pandemi. Ini dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester ini dilakukan dengan perpaduan sistem offline dan online. “Mahasiswa KKN di kampung halaman sendiri dan berkegiatan dengan para tetangga di RT dan RW” kata Sekretaris LP2M, Mokh Sya’roni saat pembekalan KKN beberapa waktu lalu yang digelar secara online.

Kelompok KKN dibentuk atas usulan mahasiswa sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing. Ini dilakukan agar mahasiswa dapat mudah berkoordinasi dan berkegiatan secara baik. “Kalau kelompoknya membentuk sendiri dan tempat tinggalnya berdekatan, maka mahasiswa bisa bertemu dan merumuskan program kerja bersama” tegas Sya’roni yang menjadi dosen di Fakultas Ushuludin dan Humaniora.

Sedangkan tugas-tugas kelompok KKN dibuat secara online dengan webinar, ngaji online, pelatihan online dan lain-lain. “Tugas kelompok diselenggarakan online karena memang ada yang terpisah-pisah Kabupaten/Kota tempat tinggalnya” imbuh Sya’roni.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, M Rikza Chamami menegaskan, tugas mahasiswa lebih banyak ditekankan pada pengabdian masyarakat yang bersifat individual. Mahasiswa didorong untuk dapat membaur dengan masyarakat di kampungnya dan menyalurkan ilmu yang didapatkan dari kampus. Demikian juga bagi mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren, Masjid atau Mushollah juga tetap wajib berkegiatan dengan masyarakat dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pengarahannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Imam Taufiq MAg berpesan kepada mahasiswa agar ikut mengenalkan kampus UIN Walisongo dan membawa nama baik kampus. “Kegiatan di desanya dibuat yang bagus, papan nama KKN dibuat yang menarik, spanduk-spanduk KKN di desa ditulis yang besar nama UIN Walisongo agar masyarakat kenal kampus kita” tegas Imam Taufiq.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga berharap kepada mahasiswa KKN agar dapat menarik hati masyarakat, terutama dalam dakwah Islam Moderat. “Mahasiswa diterjunkan untuk menjadi agen Walisongo, menyebarkan Islam moderat di tengah masyarakat dan dunia maya lewat media sosial” imbuhnya. Masyarakat perlu dirangkul dengan baik dan dunia umum lewat media sosial juga perlu diedukasi oleh mahasiswa KKN ini.*)

Jelang KKN, Mahasiswa UIN Lakukan Ziarah Makam Walisongo

Kudus – Dalam rangka temu dan koordinasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Syihabuddin mengajak mahasiswa berziarah ke makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, Sabtu (26/9/2020).

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari DPL sebagai pengenalan dan bimbingan KKN. “Kita koordinasi dan bimbingan KKN sekaligus ziarah Sunan Muria dan Sunan Kudus” kata Syihabuddin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus.

Gus Syihab, demikian ia akrab dipanggil, menyampaikan ziarah Walisongo merupakan waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk meminta doa kepada para auliya’ agar kegiatan KKN yang akan dilaksanakan mulai awal Oktober berjalan dengan lancar dan barokah.

Titik kumpul temu dan koordinasi KKN kelompok 19 dan 20 dilaksanakan di kediaman Syihabuddin tepatnya di Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang M Rikza Chamami menyambut baik kegiatan ziarah dua makam Walisongo ini. “Nama kampus kita UIN Walisongo, jadi kalau ada kegiatan KKN diawali dengan ziarah maka wali itu sangat tepat dan bagus sekali” tegas Rikza.

Dengan berziarah sebelum kegiatan KKN dimulai ada spirit pemahaman sejarah dan spirit juang Walisongo yang dapat diambil. Peran Walisongo sangat besar dalam menyebarkan dakwah Islam secara damai. “Mahasiswa yang akan terjun KKN bisa meniru sosok Walisongo dalam bermasyarakat dan mencari solusi kehidupan” pungkas Rikza yang juga Pengajar Pondok Pesantren Al Firdaus YPMI Ngaliyan Semarang.*)