KKN Mandiri Pengakuan Menggelar Khataman Al-Qur’an

Semarang- Bertepatan 20 ramadan seluruh mahasiswa KKN-Mandiri Pengakuan (MP) ‎Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar khataman Al-Qur’an, yang diadakan di ‎PH Walisongo tv. Pada Ahad (02/05/2021).‎
Kordes utama KKN-MP, Ahmad Syafik mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk ‎memeriahkan bulan ramadan dan sebagai sarana penambah ketaqwaan.‎
‎“Kami mengadakan acara khataman al-qur’an dan pembagian takjil untuk memeriahkan bulan ‎Ramadan dan menambah ketaqwaan,” ujarnya.‎
Ia menambahkan bahwa proses khataman dimulai dengan membaca al-qur’an bersama, ‎kemudian pembacaan doa dan tahlil. Dilanjutkan dengan pembagian takjil gratis sebagai acara ‎puncaknya.‎
‎“Proses khataman dimulai dari membaca khataman bersama dan dilanjutkan dengan ‎pembacaan tahlil, ditutup dengan bagi takjil,” lanjutnya.‎
Adapun antusias anggota KKN-MP sangat senang dalam menjalankan kegiatan ini. Hal ini ‎diungkapkan oleh Noval M Sadewa, salah satu anggota KKN-MP.‎
‎“Iya, yang jelas sih, seneng banget ngadain khataman bareng,” ujarnya.‎

Ia berpendapat bahwa mengadakan acara seperti ini dapat menambah banyak amalan di bulan ‎ramadan.‎
‎“Bulan puasa gini kan emang harus banyak nyari amal baik, dengan adanya kegiatan ini kita ‎mendapat kesempatan buat mencari amal sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. ‎

KKN Mandiri Pengakuan Bagikan 300 Takjil kepada Masyarakat

Semarang-Mahasiswa KKN-Mandiri Pengakuan (MP) Universitas Islam Negeri (UIN) ‎Walisongo membagi 300 takjil kepada masyarakat sekitar kampus. Pada Ahad (03/05/2021).‎
Kegiatan tersebut diadakan menjelang berbuka puasa oleh gabungan dari tiga kelompok ‎KKN-MP. Kordes utama KKN-MP, Ahmad Syafiq mengatakan bahwa kegiatan ini ‎merupakan bagian dari rangkaian acara khataman qur’an KKN-MP. ‎
Kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan bulan ramadan, menambah ketaqwaan serta dapat ‎terjun langsung ke masyarakat.‎
‎“Kami mengadakan acara khataman al-qur’an dan pembagian takjil untuk memeriahkan bulan ‎Ramadan dan menambah ketaqwaan, serta terjun ke masyarakat,” ujarnya.‎

Ia menambahkan bahwa pembagian takjil ini dilakukan secara langsung di pinggir jalan.‎
‎“Pembagian takjil dilakukan secara eksklusif di pinggir jalan Raya Ngaliyan,” imbuhnya.‎
Ida Rahmiati, Kordes kelompok tiga mengatakan bahwa takjil-takjil yang akan dibagikan ‎berasal dari iuran per-kelompok, dengan jenis takjil berupa Es Kuwut dan jajanan pasar.‎

‎“Jadi, kita iuran perkelompok. Untuk takjil yang dibagi ada 250 kantong es kuwut dan 300pcs ‎jajanan pasar,” ungkapnya. ‎
Ia menambahkan bahwa pembagian takjil ini dilakukan oleh tiga kelompok KKN-MP dengan ‎lokasi yang berbeda-beda, namun masih dekat dengan kampus.‎
‎“Pembagian tempat itu kelompok 1 di lampu merah Krapyak dan masjid BPI, kelompok 2 di ‎depan kampus 3 dan kelompok 3 di Beringin,” sambungnya. (M.Rifqi. S)‎

LP2M GELAR WORKSHOP EVALUSI KKN TAHUN 2021

Semarang- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Walisongo Semarang menggelar workshop Evaluasi KKN Tahun 2021 pada Jumat (19/3/2021) di Hotel Azana Semarang. Kegiatan Evalusi ini merupakan bagian dari kegiatan KKN MIT DR XI. Kegiatan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pemkab Kendal, Pemkot Semarang, dan Pemkab Smarang, serta didampingi jajaran LP2M.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua LPPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Akhmad Arif Junaidi. Pada sambutannya mengatakan sejak adanya pendemi covid-19 maka KKN dilakukan dari rumah atau yang sering dikenal dengan KKN-DR. Pola KKN ini tentunya berbeda dengan KKN yang dilakukan secara offline atau langsung sebagaimana biasa, sehingga memerlukan evaluasi, masukan dan juga arahan dari berbagai pihak agar kedepannya KKN bisa lebik baik lagi meskipun dilakukannya dari rumah. Besar harapannya di Tahun 2021 ini KKN secara offline diadakan kembali sehingga bisa melaksanakan KKN Nusantara dan KKN yang dilakukan di luar Negeri agar bisa memberikan pengalaman yang lebih kepada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatannya di masyarakat lintas daerah ataupun lintas Negara” Ujar Ketua LP2M.

Workshop Evaluasi ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 UIN Walisongo Semarang. Dalam sambutannya KKN menjadi kegiatan yang penting untuk melahirkan mahasiswa yang tidak hanya pintar tapi juga responsif terhadap lingkungan atau masyarakat sekitar. Ucapan terimaksih juga disampaikan oleh Dr. Arief Budiman kepada Tim LP2M yang sudah melaksanakan KKN dengan berbagai model di era pendemi ini. Besar harapannya kedepan kegiatan KKN bisa lebih dikembangan lagi dengan berbagai pola seperti mengimplementasikan dua metodologi; PAR (Participatory Action Research) dan ABCD (Asset Based Community-driven Development), dan terbuka kemungkinan mengadopsi metodologi lain yang lebih memberikan manfaat pada komunitas dan universitas. “Wilayah pengabdian masyarakat juga bisa diperluas tidak hanya berbasis wailayah atau nusantara tetapi juga luar negeri” tambahnya.

UIN Walisongo Gelar KKN Jogo Tonggo di Kampung Halaman

Semarang – Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tetap menjalankan perkuliahan praktik mesti masih dalam suasana pandemi. Ini dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester ini dilakukan dengan perpaduan sistem offline dan online. “Mahasiswa KKN di kampung halaman sendiri dan berkegiatan dengan para tetangga di RT dan RW” kata Sekretaris LP2M, Mokh Sya’roni saat pembekalan KKN beberapa waktu lalu yang digelar secara online.

Kelompok KKN dibentuk atas usulan mahasiswa sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing. Ini dilakukan agar mahasiswa dapat mudah berkoordinasi dan berkegiatan secara baik. “Kalau kelompoknya membentuk sendiri dan tempat tinggalnya berdekatan, maka mahasiswa bisa bertemu dan merumuskan program kerja bersama” tegas Sya’roni yang menjadi dosen di Fakultas Ushuludin dan Humaniora.

Sedangkan tugas-tugas kelompok KKN dibuat secara online dengan webinar, ngaji online, pelatihan online dan lain-lain. “Tugas kelompok diselenggarakan online karena memang ada yang terpisah-pisah Kabupaten/Kota tempat tinggalnya” imbuh Sya’roni.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, M Rikza Chamami menegaskan, tugas mahasiswa lebih banyak ditekankan pada pengabdian masyarakat yang bersifat individual. Mahasiswa didorong untuk dapat membaur dengan masyarakat di kampungnya dan menyalurkan ilmu yang didapatkan dari kampus. Demikian juga bagi mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren, Masjid atau Mushollah juga tetap wajib berkegiatan dengan masyarakat dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pengarahannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Imam Taufiq MAg berpesan kepada mahasiswa agar ikut mengenalkan kampus UIN Walisongo dan membawa nama baik kampus. “Kegiatan di desanya dibuat yang bagus, papan nama KKN dibuat yang menarik, spanduk-spanduk KKN di desa ditulis yang besar nama UIN Walisongo agar masyarakat kenal kampus kita” tegas Imam Taufiq.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga berharap kepada mahasiswa KKN agar dapat menarik hati masyarakat, terutama dalam dakwah Islam Moderat. “Mahasiswa diterjunkan untuk menjadi agen Walisongo, menyebarkan Islam moderat di tengah masyarakat dan dunia maya lewat media sosial” imbuhnya. Masyarakat perlu dirangkul dengan baik dan dunia umum lewat media sosial juga perlu diedukasi oleh mahasiswa KKN ini.*)

Jelang KKN, Mahasiswa UIN Lakukan Ziarah Makam Walisongo

Kudus – Dalam rangka temu dan koordinasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Syihabuddin mengajak mahasiswa berziarah ke makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, Sabtu (26/9/2020).

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari DPL sebagai pengenalan dan bimbingan KKN. “Kita koordinasi dan bimbingan KKN sekaligus ziarah Sunan Muria dan Sunan Kudus” kata Syihabuddin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus.

Gus Syihab, demikian ia akrab dipanggil, menyampaikan ziarah Walisongo merupakan waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk meminta doa kepada para auliya’ agar kegiatan KKN yang akan dilaksanakan mulai awal Oktober berjalan dengan lancar dan barokah.

Titik kumpul temu dan koordinasi KKN kelompok 19 dan 20 dilaksanakan di kediaman Syihabuddin tepatnya di Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang M Rikza Chamami menyambut baik kegiatan ziarah dua makam Walisongo ini. “Nama kampus kita UIN Walisongo, jadi kalau ada kegiatan KKN diawali dengan ziarah maka wali itu sangat tepat dan bagus sekali” tegas Rikza.

Dengan berziarah sebelum kegiatan KKN dimulai ada spirit pemahaman sejarah dan spirit juang Walisongo yang dapat diambil. Peran Walisongo sangat besar dalam menyebarkan dakwah Islam secara damai. “Mahasiswa yang akan terjun KKN bisa meniru sosok Walisongo dalam bermasyarakat dan mencari solusi kehidupan” pungkas Rikza yang juga Pengajar Pondok Pesantren Al Firdaus YPMI Ngaliyan Semarang.*)

LP2M GELAR WORKSHOP DPL KKN REGULER DARI RUMAH KE 75

Semarang- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Walisongo Semarang mengadakan workshop Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Reguler Dari Rumah (DR) angkatan 75 di Ruang Promosi Doktor, Rabu (9/9/2020). Workshop diikuti oleh seluruh DPL berjumlah 72 orang, didampingi jajaran LP2M.
Workshop ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran DPL selama membimbing mahasiswa KKN pada 6 oktober 2020 hinga 16 November 2020 (45 hari) dari Rumah.

Sekretaris LP2M Mokh. Sya’roni, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan tujuan utama workshop ini untuk meneguhkan kembali tugas dan fungsi DPL meskipun KKN dilakukan dari rumah. Sya’roni menjelaskan bahwa KKN ini diikuti oleh 2.170 mahasiswa yang tersebar dalam 145 posko dan berada di 22 Provinsi. Dr. M. Mukhsin Jamil selaku Wakil Rektor 1 dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada tim LP2M atas modifikasi KKNnya. KKN dilakukan secara daring sesuai dengan kebijakan Nasional, meskipun dilakukan secara daring hendaknya harus memenuhi indikator pelayanan akademik secara baik di tengah pendemi. Wakil Rektor 1 juga menyampaikan bahwa KKN harus memastikan implementasi three dharma perguruan tinggi, mahasiswa hendaknya menyusun program kerjanya sesuai dengan era pendemi dan menguatkan moderasi beragama.

Sementara itu, Kapus PPM M Rikza Chamami memaparkan program kerja dan capaian KKN reguler dari rumah. Program kerjar KKN RDR ini dibagi menjadi dua pola, yakni pola offline yang bersifat tugas individual dan pola online yang bersifat tugas kelompok. KKN RDR dengan basis tugas KKN Offline ini berisi lima program utama; Keagamaan, Pendidikan, Ekonomi/Wirausaha, Lingkungan, dan kesehatan. KKN RDR dengan basis tugas KKN Online ini berisi empat program utama; Kepedulian Covid-19 2, Relasi Agama dan Kesehatan (Sains, Moderasi Beragama, Pendidikan dan Dakwah Keagamaan. Rikza juga memberikan pesan penting agar DPL menjamin mahasiswa KKN yang dibimbingnya, tidak tergoda berpolitik praktis. “Mahasiswa dihimbau tidak terlibat kegiatan politik praktis selama pelaksanaan KKN di desa. Hal ini demi menjaga netralitas dan citra lembaga Perguruan Tinggi Islam Negeri”, tegasnya.

Untuk mengoptimalkan fungsi DPL, peserta tidak hanya mendapat arahan dari jajaran LP2M tetapi juga mendapatkan bekal materi dari para ahli. Fahmi Arifan, S.T, M. Eng (Kapus KP2 KKN UNDIP), memaparkan materi “Pengembangan KKN di Era Pendemi di Universitas Diponegoro” dan Hery Mustofa, M. Kom dari PTIPD UIN Walisongo memaparkan materi “Sistem E-Learning KKN dari Rumah”. Sistem E-learning ini disusun dengan empat menu utama yaitu diantaranya adalah menu harian untuk menuliskan kegiatan mahasiswa KKN setiap harinya yang dapat dimonitoring oleh DPL KKN RD.

Mahasiswa UIN Walisongo Lulus KKN Pengakuan Bareng Jepang dan Rusia

Semarang– Aisy Puspa Livia mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dinyatakan lulus Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pengakuan dalam Seminar Hasil KKN secara Daring, Kamis (11/6/2020). Aisy berhasil mempertahankan kegiatan KKN Pengakuan bersama relawan internasional dari Jepang dan Rusia di hadapan tiga dosen penguji: Mokh Sya’roni Sekretaris LP2M, M Rikza Chamami Kapus PPM LP2M dan Ahmad Tajudin Arafat Staf Ahli LP2M.

Kelulusan sidang seminar KKN disampaikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo M Rikza Chamami dalam keterangan pers LP2M. “Kami bangga ada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan kegiatan KKN Pengakuan bersama relawan internasional dari Jepang dan Rusia.

Mengambil tema “Mangkang Environmental International Work Camp”, kegiatan tersebut berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak tanggal 10 hingga 22 Februari 2020 di Kelurahan Mangkang Wetan Kecamatan Tugu, Kota Semarang dan
10 hari, 24 Februari – 5 Maret di Rembang


Aisy mengatakan, tema tersebut diambil sebagai langkah untuk menjawab kebutuhan dalam melestarikan sisi pantai Laut Jawa Utara di Mangkang, karena saat ini daerah tersebut dalam bahaya abrasi laut.

“Saat itu, ada banyak ekosistem ikan dan udang di sana, tetapi sekarang karena kondisi hutan bakau semakin buruk, cukup sulit untuk menemukan spesies lagi. Ditambah masalah sampah yang kembali diangkat dalam tema ini. Kurangnya kesadaran lokal tentang gaya hidup ramah lingkungan akan merusak alam secara perlahan,” kata Aisy saat diwawancarai.

Dalam kegiatannya, Aisy yang juga sebagai Camp Leader telah menyelesaikan beberapa kegiatan utama, diantaranya penanaman mangrove, pengolahan limbah serta kampanye eco-friendly lifestyle.

“Ada 3 kegiatan utama yang menjadi fokus dari project ini. Penanaman mangrove dilakukan untuk mencegah abrasi laut, selain itu juga untuk climate change, karena kan di daerah Mangkang panas sekali. Kemudian pengolahan limbah dengan mengajarkan cara membuat kerajinan dari bungkus plastik dan terakhir kampanye eco-friendly lifestyle dengan mengajak warga local untuk mengurangi konsumsi plastik,” jelas Aisy saat seminar laporan KKN.

Aisy menambahkan, ketiga kegiatan tersebut sebenarnya bermuara pada isu global yang sedang hangat di perbincangkan yaitu soal climate change.

Tak hanya itu, selama KKN berlangsung, mahasiswa asal Tegal tersebut juga secara rutin mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) untuk anak-anak di camp-site.

Mereka diajarkan percakapan-percakapan dasar Bahasa Inggris dan juga ilmu pengetahuan umum lainnya seperti membaca, menulis menghitung dan menggambar.

Uniknya, Aisy tidak hanya mengajar, tetapi juga mengenalkan dan menerapkan permainan tradisional seperti petak umpet, bola bekel, lompat tali dan juga egrang.

Pertukaran budaya sering dilakukan di sela-sela waktu luang dengan anak-anak setempat.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar warisan budaya leluhur tidak punah dimakan oleh zaman.*)