{"id":1686,"date":"2024-11-25T09:33:01","date_gmt":"2024-11-25T02:33:01","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1686"},"modified":"2025-01-23T09:48:55","modified_gmt":"2025-01-23T02:48:55","slug":"lp2m-kupi-corner-dan-american-corner-kolaborasi-gelar-diskusi-ilmiah-stop-sexual-abuse-save-mental-health","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1686","title":{"rendered":"LP2M, KUPI CORNER, DAN AMERICAN CORNER KOLABORASI GELAR DISKUSI ILMIAH: STOP SEXUAL ABUSE, SAVE MENTAL HEALTH"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-full wp-image-1688\" src=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar1.png\" alt=\"\" width=\"940\" height=\"455\" srcset=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar1.png 940w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar1-300x145.png 300w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar1-768x372.png 768w\" sizes=\"(max-width: 940px) 100vw, 940px\" \/><strong>Semarang Indonesia &#8211;<\/strong>\u00a0 Dalam rangka Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan KUPI Corner dan American Corner menggelar diskusi ilmiah dengan tema \u201cStop Sexual Abuse, Save Mental Health\u201d. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin, 25 November 2024 di ruang American Corner UIN Walisongo Semarang. Diskusi ilmiah diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari unsur dosen serta mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi mahasiswa di lingkungan UIN Walisongo Semarang seperti UKM An Niswa, Fosia, Lingkar Psikologi FPK, Lembaga Layanan Berbasis Mahasiswa (Lavender dan LSAP).<\/p>\n<p>Diskusi Ilmiah dibuka oleh Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), UIN Walisongo Semarang, Titik Rahmawati, M.Ag. Dalam sambutan disampaikan bahwa <em>\u00a0sexual abuse<\/em> dan <em>mental health <\/em>merupakan dua tema yang berkaitan dan sangat penting untuk didiskusikan karena riset menunjukkan bahwa\u00a0 angka kekerasan seksual tertinggi\u00a0 berada pada lingkungan pendidikan. PSGA UIN Walisongo Semarang akan memberikan edukasi dan juga pendampingan terhadap siapapun yang menjadi korban pelecehan seksual, baik pendampingan secara psikologis maupun secara hukum,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Diskusi ilmiah tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Vriska Putri R., M.Psi., Psikolog. dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dr. Kurnia Muhajarah, M.Ag. Direktur Kupi Corner. Kegiatan diskusi dipandu oleh Abdul Malik, M.Si. dari LP2M UIN Walisongo Semarang.<\/p>\n<p>Pemateri pertama, Vriska Putri R., M.Psi, menjelaskan bahwa korban pelecehan seksual tidak \u00a0hanya tejadi pada perempuan tetapi juga laki-laki, hanya saja angka korban pelecehan seksual terhadap perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Ditekankan juga bahwa sebab terjadinya kekerasan seksual bukanlah kesalahan korban sepenuhnya.<\/p>\n<p>\u201cSeringkali perempuan disalahkan ketika memakai baju ketat ataupun keluar malam, karena dua hal itu dianggap sebagai penyebab mutlak terjadinya kekerasan seksual, padahal banyak perempuan yang memakai pakaian tertutup juga tetap menjadi korban. Jadi, pada dasarnya kejadian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual terjadi bukan disebabkan oleh ketatnya baju apalagi perkara sering keluar malam, tetapi memang dari internal pelaku yang tidak bisa mengendalikan nafsunya sendiri,\u201d tuturnya.<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-full wp-image-1687\" src=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar2.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar2.png 602w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Gambar2-300x168.png 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p>Selanjutnya Dr. Kurnia Muhajarah, M.Ag. menyatakan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi pada relasi antara suami dan istri, bahkan dalam hubungan \u2018pacaran\u2019 sekalipun (KDP). Respon sosial dalam menanggapi kasus ini adalah perempuan acapkali disalahkan bahkan oleh sesama perempuan.<\/p>\n<p>\u201cKetika ada kasus kekerasan seksual, yang terjadi bukanlah <em>women support women<\/em>, tapi <em>women judge women. \u00a0<\/em>Oleh karena itu, mari teman-teman mahasiswa kita harus lebih <em>aware <\/em>dengan sesama manusia khususnya pada diri kita sendiri,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Kurnia Muhajarah juga menjelaskan bahwa pemotongan dan pelukaan genetalia terhadap perempuan (P2GP) merupakan tradisi yang harus segera dihapuskan. Hal ini karena riset menunjukkan bahwa khitan terhadap perempuan tidak ada manfaatnya secara medis, justru membawa dampak negatif terhadap korban, berbeda lagi dengan khitan pada laki-laki yang jelas mempunyai tujuan secara medis.<\/p>\n<p>\u201cUntuk teman-teman yang mungkin menjadi korban dari P2GP, mari potong rantai itu dengan selesai pada diri kalian sendiri. Jangan sampai anak kalian menjadi korban P2GP,\u201d ajaknya di akhir materi.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut dipandang bermanfaat oleh mahasiswa peserta diskusi ilmiah, salah satunya adalah Febriani Nur Islami. \u201cSebagai mahasiswa psikologi saya merasa <em>relate<\/em> sekali dengan isu yang didiskusikan, dengan seminar ini kita bisa belajar terkait intervensi psikologis yang tepat. Mengenai P2GP juga membahas kontroversi dari\u00a0 perspektif medis, sosial, dan psikologis, ternyata P2GP juga berdampak negatif terhadap psikologis perempuan, jadi sudah semestinya kita mendukung penghapusan praktik tersebut,\u201d ujarnya Febriani.\u00a0 (LP2M UINWS)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Semarang Indonesia &#8211;\u00a0 Dalam rangka Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan KUPI Corner <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1686\" title=\"LP2M, KUPI CORNER, DAN AMERICAN CORNER KOLABORASI GELAR DISKUSI ILMIAH: STOP SEXUAL ABUSE, SAVE MENTAL HEALTH\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1686"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1692,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1686\/revisions\/1692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}