{"id":1956,"date":"2026-05-13T21:23:09","date_gmt":"2026-05-13T14:23:09","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1956"},"modified":"2026-06-29T09:26:25","modified_gmt":"2026-06-29T02:26:25","slug":"aksi-reaksi-sosialisasi-dan-dialog-interaktif-perkuat-gerakan-kampus-anti-kekerasan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1956","title":{"rendered":"Aksi Reaksi: Sosialisasi dan Dialog Interaktif Perkuat Gerakan Kampus Anti Kekerasan Seksual"},"content":{"rendered":"<p><strong>PSGA NEWS, Semarang<\/strong> \u2013 Dalam upaya memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan <strong>Aksi Reaksi: Sosialisasi dan Dialog Interaktif<\/strong> bertajuk <em>Gerakan Kampus Anti Kekerasan Seksual<\/em> pada Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Aula Gedung Q Kampus 2 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa serta berbagai perwakilan organisasi kemahasiswaan sebagai bentuk penguatan kesadaran kolektif dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang dialog yang aman bagi sivitas akademika untuk memahami isu kekerasan seksual secara lebih komprehensif. Melalui diskusi yang terbuka dan reflektif, peserta diajak membangun perspektif bahwa kampus merupakan ruang yang seharusnya memberikan rasa aman bagi setiap individu untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut maupun diskriminasi.<\/p>\n<p>Dalam sesi dialog interaktif, narasumber bersama perwakilan organisasi mahasiswa membahas berbagai aspek penting, mulai dari upaya pencegahan kekerasan seksual, peningkatan kesadaran mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme perlindungan dan pelaporan bagi korban, hingga pentingnya membangun budaya kampus yang responsif, inklusif, dan berpihak kepada penyintas. Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta mengenai peran mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman.<\/p>\n<p>Selain memberikan pemahaman mengenai regulasi dan mekanisme penanganan kasus, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk berani mengenali, mencegah, serta merespons berbagai bentuk kekerasan seksual yang mungkin terjadi di lingkungan akademik. Melalui pendekatan dialogis, peserta diajak memahami bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh sivitas akademika.<\/p>\n<p>Melalui penyelenggaraan <strong>Aksi Reaksi: Sosialisasi dan Dialog Interaktif<\/strong>, PSGA UIN Walisongo Semarang berharap tumbuh budaya kampus yang semakin peduli, berani bersuara, serta mampu menciptakan ruang akademik yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Sebab, menciptakan kampus yang aman bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>PSGA NEWS, Semarang \u2013 Dalam upaya memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=1956\" title=\"Aksi Reaksi: Sosialisasi dan Dialog Interaktif Perkuat Gerakan Kampus Anti Kekerasan Seksual\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":1957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1956"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1956"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1959,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1956\/revisions\/1959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}