{"id":759,"date":"2021-08-26T12:19:21","date_gmt":"2021-08-26T05:19:21","guid":{"rendered":"http:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=759"},"modified":"2021-08-26T12:19:21","modified_gmt":"2021-08-26T05:19:21","slug":"uin-walisongo-semarang-wujudkan-kampus-responsif-gender","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=759","title":{"rendered":"UIN WALISONGO SEMARANG WUJUDKAN KAMPUS RESPONSIF GENDER"},"content":{"rendered":"<p>Semarang-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN walisongo Semarang menyerahkan sarana responsif gender untuk dukungan ketersediaan ruang laktasi di masing-masing fakultas yang ada di UIN Walisongo dan pascasarjana pada Selasa, 24 Agustus 2021 bertempat di Lobby Rektorat Lama UIN Walisongo Semarang. <\/p>\n<p>Penyediaan sarana responsif  gender ini merupakan program  Pusat Studi Gender dan Anak  atas bantuan dari Kemenag RI.  Pada kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, Ketua LP2M, Para Kepala Pusat dilingkungan LP2M,  Perwakilan dari Fakultas dan Pasca sarjana,  serta  tamu undangan. <\/p>\n<p>Pada Kegiatan ini Ketua Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag menyampaikan bahwa penyediaan sarana dan prasarana ini bentuk keseriusan dan dukungan kongkrit terhadap terwujudnya kampus Responsif Gender. &#8220;Penyediaan ruang laktasi ini menjadi penting bagi para dosen atau tenaga kependidikan yang sedang menjalani fungsi reproduksi berupa melakukan laktasi, selain itu dapat menjadi poin penting ketika akreditasi perguruan tinggi&#8221; Ungkapnya.  <\/p>\n<p>Rektor UIN Walisongo Semarang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa gerakan para perempuan yang sedang melakukan fungsi  reproduktif berupa laktasi harus didukung penuh. Karena ASI merupakan asupan nutrisi terbaik dan mendukung ketahanan fisik  untuk para putra-putri  penerus bangsa.<br \/>\nPada kesempatan ini diserahkan sarana responsif gender berupa Almari Pendingin untuk menyimpan ASI, Dispenser, Almari tempat penyimpanan alat  laktasi, Sofa Set, Bottle Sterilizer dan tempat sampah.<br \/>\n<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210824-WA0020-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"295\" class=\"alignleft size-large wp-image-760\" srcset=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210824-WA0020-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210824-WA0020-300x169.jpg 300w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210824-WA0020-768x432.jpg 768w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/IMG-20210824-WA0020.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><br \/>\nKepala Pusat studi Gender dan Anak, Titik Rahmawati mengubgkapkan bahwa tindak lanjut dari penyerahan sarana responsif gender ini, kedepan akan dimonitoring dan evaluasi  secara berkala. Sehingga keberadaan dan fungsinya bisa dimaksimalkan. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Semarang-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN walisongo Semarang menyerahkan sarana responsif gender untuk dukungan ketersediaan ruang laktasi di masing-masing fakultas yang ada di UIN <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=759\" title=\"UIN WALISONGO SEMARANG WUJUDKAN KAMPUS RESPONSIF GENDER\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/759"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=759"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":761,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/759\/revisions\/761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}