{"id":827,"date":"2022-02-27T18:51:14","date_gmt":"2022-02-27T11:51:14","guid":{"rendered":"http:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=827"},"modified":"2022-02-27T18:52:17","modified_gmt":"2022-02-27T11:52:17","slug":"rektor-uin-walisongo-pimpin-penanaman-2000-mangrove-bersama-mahasiswa-kkn-mmk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=827","title":{"rendered":"Rektor UIN Walisongo Pimpin Penanaman 2000 Mangrove Bersama Mahasiswa KKN MMK"},"content":{"rendered":"<p>Semarang \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi khusus (KKN MMK) BPI 2022 melaksanakan kegiatan penanaman 2000 pohon pangrove di Edupark Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang pada Minggu, (27\/02\/2022). Penanaman 2000 mangrove dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag didampingi Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ketua LP2M, Badan Pelaksana KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua RW 16 Tambak Rejo dan Ketua Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun (Camar).<br \/>\n<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0022-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"350\" class=\"alignleft size-large wp-image-828\" srcset=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0022-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0022-300x200.jpg 300w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0022-768x512.jpg 768w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0022.jpg 1296w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><\/p>\n<p>UIN Walisongo mengapreseasi gagasan mahasiswa KKN berupa kegiatan penanaman mangrove ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan visi misi UIN Walisongo sebagai kampus peradaban dan kemanusiaan yang punya konsen menciptakan lingkungan hijau dengan konsep Green and Smart Campus. Prestasi UIN Walisongo tercatat sebagai kampus peringkat 2 GreenMetric tingkat PTKI se-Indonesia, peringkat 29 Universitas se-Indonesia dan peringkat 267 dunia dari total 956 universitas di seluruh dunia. \u201cKampus yang peduli terhadap lingkungan memang harus terus mengabdi kepada masyarakat dengan mencintai lingkungan\u201d ungkap Imam Taufiq yang juga Guru Besar Tafsir ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0025-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"350\" class=\"alignleft size-large wp-image-829\" srcset=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0025-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0025-300x200.jpg 300w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0025-768x512.jpg 768w, https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/IMG-20220227-WA0025.jpg 1296w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><br \/>\nPenanaman 2000 mangrove, lanjut Imam, dinilai sangat penting. Apalagi di wilayah yang oleh Presiden Jokowi dicanangkan sebagai Kampung Bahari dan pernah dikunjungi tahun 2019. Mangrove menjadi ikhtiyar bersama melindungi bumi dari bencana alam. Mangrove juga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar karena mampu menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi lebih bersih. \u201cMangrove juga membantu alam dalam mendapatkan kualitas udara yang lebih baik dan bersih, sehingga Kota Semarang akan menjadi lebih nyaman dan sehat\u201d ungkapnya. Kawasan hutan mangrove yang ada di Tambak Rejo ini juga bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata yang mendukung perekonomian warga sekitar Tambak Rejo dan mengangkat pariwisata Kota Semarang.<\/p>\n<p>Dr Akhmad Arif Junaidi MAg, Ketua LP2M menyebutkan bahwa kegiatan KKN ini sangat bagus dalam rangka melestarikan lingkungan agar mampu membendung rob. Koordinator KKN MMK BPI 2022 , M Baharuddin Iqbal menyampaikan bahwa program ini merupakan program unggulan KKN dan juga merupakan suatu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat di bidang lingungan. Mangrove ditanam untuk menjaga dan melestarikan ekosistem yang ada di daerah pesisir Kota Semarang khususnya di daerah Tambak Rejo. <\/p>\n<p>\u201cPenanaman mangrove ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah abrasi dan merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dilakuukan oleh mahasiswa kelompok KKN MMK BPI 2022\u201d tegas Baharuddin. Kami sangat berterima kasih, lanjut Baharudin, kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang sudah membantu bibit mangrove ini<\/p>\n<p>Ketua Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun (Camar), Juraimi menyambut baik penanaman 2000 bibit mangrove ini. \u201cUIN Walisongo ikut mendukung bakti lingkungan kepada masyarakat Tambak Rejo dan banyak membantu kegiatan keagamaan dan pendidikan warga sini\u201d ungkap Juraimi.<\/p>\n<p>\u201cSaya berterima kasih dengan adanya penanaman ini yang luar biasa jumlahnya. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan KKN MMK ini untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dengan mencintai mangrove\u201c pungkas Juraimi yang sudah bertahun-tahun mengabdi dalam pelestarian hutan mangrove.*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Semarang \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi khusus (KKN MMK) BPI 2022 melaksanakan kegiatan penanaman 2000 pohon pangrove di Edupark Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/?p=827\" title=\"Rektor UIN Walisongo Pimpin Penanaman 2000 Mangrove Bersama Mahasiswa KKN MMK\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/827"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=827"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":832,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/827\/revisions\/832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}