Semarang Indonesia – Sebanyak 240 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Penyerahan mahasiswa KKN kepada pemerintah Kecamatan Rowosari dilakukan oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
KKN MIT ke-22 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa.” Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan berbagai potensi lokal sekaligus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selama 45 hari, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pengabdian yang diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan literasi kesehatan, serta pengembangan inovasi sosial berbasis potensi dan permasalahan yang ada di desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

Sekretaris LP2M UIN Walisongo Semarang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa KKN merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat selama menjalankan program KKN.
“Mahasiswa diharapkan dapat hadir sebagai bagian dari masyarakat, mampu beradaptasi dengan lingkungan, menggali potensi lokal, serta menyusun program yang benar-benar memberikan manfaat dan keberlanjutan bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Sebanyak 240 mahasiswa yang diterjunkan dalam KKN MIT ke-22 di Kecamatan Rowosari berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Sebaran mahasiswa tersebut meliputi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) sebanyak 34 mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sebanyak 42 mahasiswa, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebanyak 73 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) sebanyak 36 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 18 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 13 mahasiswa, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) sebanyak 9 mahasiswa, serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) sebanyak 15 mahasiswa.
Keberagaman latar belakang keilmuan mahasiswa tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program KKN yang bersifat multidisipliner. Kolaborasi lintas fakultas diharapkan dapat memperkaya pendekatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi desa melalui program-program yang inovatif dan aplikatif.
Melalui pelaksanaan KKN MIT ke-22 ini, UIN Walisongo Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan berbagai inisiatif yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, 240 mahasiswa KKN MIT ke-22 diharapkan mampu menjalankan amanah selama 45 hari dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa semangat inovasi, kepedulian, dan pemberdayaan bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Rowosari, Kabupaten Kendal, Bapak Mahmud Eko Saputro, S.STP., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang di wilayah Kecamatan Rowosari. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Beliau juga berpesan agar mahasiswa dapat menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama melaksanakan kegiatan KKN. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta menjalankan program kerja secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Selama berada di tengah-tengah masyarakat, kami berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai pendatang. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesan Camat Rowosari.

Sekretaris LP2M UIN Walisongo Semarang, Bapak Abdul Karim, M.Si., berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN agar senantiasa menjaga diri dan sikap selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa diharapkan selalu mengedepankan kesopanan dan etika dalam berinteraksi dengan masyarakat, karena selama menjalankan KKN mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik almamater, UIN Walisongo Semarang.
“Jaga diri dengan baik di mana pun berada dan selalu jaga sopan santun. Ingat bahwa selama melaksanakan KKN, kalian tidak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik UIN Walisongo Semarang. Maksimalkan waktu 45 hari ini untuk belajar bersama masyarakat, memahami kehidupan dan potensi yang ada di desa, serta memberikan kontribusi terbaik melalui program-program yang telah direncanakan,” pesan Abdul Karim. (LP2M 2026)

Leave a Reply