UIN Walisongo Gelar KKN Jogo Tonggo di Kampung Halaman

Semarang – Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tetap menjalankan perkuliahan praktik mesti masih dalam suasana pandemi. Ini dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester ini dilakukan dengan perpaduan sistem offline dan online. “Mahasiswa KKN di kampung halaman sendiri dan berkegiatan dengan para tetangga di RT dan RW” kata Sekretaris LP2M, Mokh Sya’roni saat pembekalan KKN beberapa waktu lalu yang digelar secara online.

Kelompok KKN dibentuk atas usulan mahasiswa sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing. Ini dilakukan agar mahasiswa dapat mudah berkoordinasi dan berkegiatan secara baik. “Kalau kelompoknya membentuk sendiri dan tempat tinggalnya berdekatan, maka mahasiswa bisa bertemu dan merumuskan program kerja bersama” tegas Sya’roni yang menjadi dosen di Fakultas Ushuludin dan Humaniora.

Sedangkan tugas-tugas kelompok KKN dibuat secara online dengan webinar, ngaji online, pelatihan online dan lain-lain. “Tugas kelompok diselenggarakan online karena memang ada yang terpisah-pisah Kabupaten/Kota tempat tinggalnya” imbuh Sya’roni.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, M Rikza Chamami menegaskan, tugas mahasiswa lebih banyak ditekankan pada pengabdian masyarakat yang bersifat individual. Mahasiswa didorong untuk dapat membaur dengan masyarakat di kampungnya dan menyalurkan ilmu yang didapatkan dari kampus. Demikian juga bagi mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren, Masjid atau Mushollah juga tetap wajib berkegiatan dengan masyarakat dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pengarahannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Imam Taufiq MAg berpesan kepada mahasiswa agar ikut mengenalkan kampus UIN Walisongo dan membawa nama baik kampus. “Kegiatan di desanya dibuat yang bagus, papan nama KKN dibuat yang menarik, spanduk-spanduk KKN di desa ditulis yang besar nama UIN Walisongo agar masyarakat kenal kampus kita” tegas Imam Taufiq.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga berharap kepada mahasiswa KKN agar dapat menarik hati masyarakat, terutama dalam dakwah Islam Moderat. “Mahasiswa diterjunkan untuk menjadi agen Walisongo, menyebarkan Islam moderat di tengah masyarakat dan dunia maya lewat media sosial” imbuhnya. Masyarakat perlu dirangkul dengan baik dan dunia umum lewat media sosial juga perlu diedukasi oleh mahasiswa KKN ini.*)

Jelang KKN, Mahasiswa UIN Lakukan Ziarah Makam Walisongo

Kudus – Dalam rangka temu dan koordinasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Syihabuddin mengajak mahasiswa berziarah ke makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, Sabtu (26/9/2020).

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari DPL sebagai pengenalan dan bimbingan KKN. “Kita koordinasi dan bimbingan KKN sekaligus ziarah Sunan Muria dan Sunan Kudus” kata Syihabuddin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus.

Gus Syihab, demikian ia akrab dipanggil, menyampaikan ziarah Walisongo merupakan waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk meminta doa kepada para auliya’ agar kegiatan KKN yang akan dilaksanakan mulai awal Oktober berjalan dengan lancar dan barokah.

Titik kumpul temu dan koordinasi KKN kelompok 19 dan 20 dilaksanakan di kediaman Syihabuddin tepatnya di Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang M Rikza Chamami menyambut baik kegiatan ziarah dua makam Walisongo ini. “Nama kampus kita UIN Walisongo, jadi kalau ada kegiatan KKN diawali dengan ziarah maka wali itu sangat tepat dan bagus sekali” tegas Rikza.

Dengan berziarah sebelum kegiatan KKN dimulai ada spirit pemahaman sejarah dan spirit juang Walisongo yang dapat diambil. Peran Walisongo sangat besar dalam menyebarkan dakwah Islam secara damai. “Mahasiswa yang akan terjun KKN bisa meniru sosok Walisongo dalam bermasyarakat dan mencari solusi kehidupan” pungkas Rikza yang juga Pengajar Pondok Pesantren Al Firdaus YPMI Ngaliyan Semarang.*)

Pengumuman Seminar Internasional

Call For Papers

1# ICON-ISHIC International Conference on Islamic History and Civilization

Keynote Speakers:
1. PROF. DR. H. IMAM TAUFIQ, M.AG, Rector of UIN Walisongo Semarang
2. DR. TIMOTHY WINTER (Shaykh Abdal Hakim Murad), Dean of Cambridge Muslim Colege University of Cambridge.
3. PROF. MARTIN VAN BRUINESSEN, Professor of the Comparative Study of Contemporary Muslim Societies, Universiteit Utrecht, the Netherlands.

Opening Speaker
1. DR. H. AKHMAD ARIF JUNAIDI, M.A., Chief of LP2M UIN Walisongo Semarang.

Conference Sub-Themes:
# Contemporary Developments on Islam in the Global Politics
# The Roles of Islamic Tradition in Combating Radicalism and Nurturing Moderatism
# Religious Discourse in the New Era of Industry 4.0: Opprtunity and Challenge
# Science and Technology in the Context of Halal-Toyyib Food, and Environmental Exploitation
# Other Issues Related to Islamic History and Civilization

1st ICON-ISHIC 2020
The conference will be held virtually on:
• Date: Monday, 14th October 2020
• Link: Zoom link will be announced later

Important Dates
# Abstract Submission Deadline 25 September 2020
# Registration Deadline for Participants 25 September 2020
# Notification of Abstract Acceptance 28 October 2020
# Payment Deadline 5 October 2020
# Full Paper and Video Deadline 5 October 2020

Paper Publication in Proceeding SCOPUS Index
ICON-ISHIC 2020 proceedings will be published on Scopus Indexed Proceeding (without additional fee). Selected paper will be published in SINTA 2-5 journals (returning of some registration fee):
1. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan (Sinta 2 Accredited Dikti)
2. Jurnal THEOLOGIA (Sinta 2 Accredited Dikti)
3. Nadwal: Jurnal Pendidikan Islam (Sinta 2 Accredited Dikti)
4. Al-Ahkam: Jurnal Pemikiran Hukum Islam (Sinta 2 Accredited Dikti)
5. Sawwa: Jurnal Studi Gender (Sinta 2 Accredited Dikti)
6. Economica: Jurnal Ekonomi Islam (Sinta 2 Accredited Dikti)
7. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi (Sinta 2 Accredited Dikti)
8. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) (Sinta 2 Accredited Dikti)

Other publication opportunities:
1. Other journals in Unversitas Islam Negeri Walisongo Sinta 3-5 Accredited Dikti

The article MUST be written in accordance to ICON-ISHIC 2020 template.
Citation MUST be written using MENDELEY/ZOTERO.

Organized by:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang.

For submitting your paper and more information, please visit
Website: https://icon-ishic.gci.or.id/

Contact Person
Nur Ahmad (0813-2994-1522)

LP2M GELAR WORKSHOP DPL KKN REGULER DARI RUMAH KE 75

Semarang- Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Walisongo Semarang mengadakan workshop Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Reguler Dari Rumah (DR) angkatan 75 di Ruang Promosi Doktor, Rabu (9/9/2020). Workshop diikuti oleh seluruh DPL berjumlah 72 orang, didampingi jajaran LP2M.
Workshop ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran DPL selama membimbing mahasiswa KKN pada 6 oktober 2020 hinga 16 November 2020 (45 hari) dari Rumah.

Sekretaris LP2M Mokh. Sya’roni, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan tujuan utama workshop ini untuk meneguhkan kembali tugas dan fungsi DPL meskipun KKN dilakukan dari rumah. Sya’roni menjelaskan bahwa KKN ini diikuti oleh 2.170 mahasiswa yang tersebar dalam 145 posko dan berada di 22 Provinsi. Dr. M. Mukhsin Jamil selaku Wakil Rektor 1 dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada tim LP2M atas modifikasi KKNnya. KKN dilakukan secara daring sesuai dengan kebijakan Nasional, meskipun dilakukan secara daring hendaknya harus memenuhi indikator pelayanan akademik secara baik di tengah pendemi. Wakil Rektor 1 juga menyampaikan bahwa KKN harus memastikan implementasi three dharma perguruan tinggi, mahasiswa hendaknya menyusun program kerjanya sesuai dengan era pendemi dan menguatkan moderasi beragama.

Sementara itu, Kapus PPM M Rikza Chamami memaparkan program kerja dan capaian KKN reguler dari rumah. Program kerjar KKN RDR ini dibagi menjadi dua pola, yakni pola offline yang bersifat tugas individual dan pola online yang bersifat tugas kelompok. KKN RDR dengan basis tugas KKN Offline ini berisi lima program utama; Keagamaan, Pendidikan, Ekonomi/Wirausaha, Lingkungan, dan kesehatan. KKN RDR dengan basis tugas KKN Online ini berisi empat program utama; Kepedulian Covid-19 2, Relasi Agama dan Kesehatan (Sains, Moderasi Beragama, Pendidikan dan Dakwah Keagamaan. Rikza juga memberikan pesan penting agar DPL menjamin mahasiswa KKN yang dibimbingnya, tidak tergoda berpolitik praktis. “Mahasiswa dihimbau tidak terlibat kegiatan politik praktis selama pelaksanaan KKN di desa. Hal ini demi menjaga netralitas dan citra lembaga Perguruan Tinggi Islam Negeri”, tegasnya.

Untuk mengoptimalkan fungsi DPL, peserta tidak hanya mendapat arahan dari jajaran LP2M tetapi juga mendapatkan bekal materi dari para ahli. Fahmi Arifan, S.T, M. Eng (Kapus KP2 KKN UNDIP), memaparkan materi “Pengembangan KKN di Era Pendemi di Universitas Diponegoro” dan Hery Mustofa, M. Kom dari PTIPD UIN Walisongo memaparkan materi “Sistem E-Learning KKN dari Rumah”. Sistem E-learning ini disusun dengan empat menu utama yaitu diantaranya adalah menu harian untuk menuliskan kegiatan mahasiswa KKN setiap harinya yang dapat dimonitoring oleh DPL KKN RD.

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI PERGURUAN TINGGI

Semarang-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Walisongo Semarang adakan webinar dengan tema Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Webinar ini berlangsung pada Rabu 12 Agustus 2010, mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Dr. Hj. Alimatul Qibtiyah, M.A (Komisioner Komnas Perempuan) dan Siti Rofiah, M.H, M.Si (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang). Webinar dimulai dengan acara pembukaan yang dibuka langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag sekaligus menjadi keynote speakers. Rektor UIN Walisongo Semarang menyambut baik dan segera akan mengesahkan SK Rektor terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Dr. Ahmad Tajuddin Arafat (Staf Ahli LP2M), Prof. Alimatul Qibtiyah diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk mengulas tentang kekerasan seksual. Sebagai kata pembuka dari Prof. Alimatul mengungkapkan apresiasinya terhadap UIN walisongo Semarang atas komitmen rektor terhadap kekerasan seksual dan semoga SK Rektor segera disahkan. Dalam pemaparannya beliau juga membahas tentang berbagai contoh kasus dan pemahaman yang ada di masyarakat. “definisi tentang kekerasan seksual ini yang perlu dipahami,” ujarnya. Selanjutnya Prof. Alimatul membahas tentang peran komnas perempuan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, macam kekekrasan seksual dan membeberkan data-data angka kekerasan seksual yang terjadi. “Jumlah kekrasan seksual terus meningkat setiap tahunnya,” ungkapnya..

Siti Rofiah dalam paparannya lebih fokus pada bagaimana upaya mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di perguruan tinggi. Pemaparan dimulai dengan pertanyaan benarkah ada kekerasan seksual di kampus?. Siti Rofiah dalam pemaparannya mengatakan bahwa kekerasan seksual ibarat gunung es. “kemungkinan bisa terjadi di kampus kita, yang kondisinya seolah-olah baik saja” ujar Rofiah. Penaganan kasus ini butuh pelaporan secara tertulis. Namun yang terpenting tidak hanya pelaporan, tetapi ada advokasi. Menariknya meski kasus kekerasan banyak terjadi pada perempuan, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada laki-laki. “Jika melihat atau mengalami kekerasan seksual jangan ragu melaporkan “ tegasnya.

Siti Rofiah dalam pemaparannya lebih lanjut menjelaskan alasan korban kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus tidak dilaporkan dan tidak tertangani karena korban memilih diam. Sehingga hal ini membutuhkan perhatian khusus untuk terus menginfokan tentang pemahaman yang utuh terhadap kekerasan seksual. Selain itu kekerasan seksual belum terdata dengan baik karena perguruan tinggi belum memiliki sistem untuk perlindungan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang menjamin perlindungan, kerahasiaan dan keamanan korban. Oleh karena itu sangat diperlukan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang komprehensif.

Pada akhir sesi diskusi ini Siti Rofiah dan Prof. Alimatul mengungkapkan prinsip pencegahan kekerasan seksual adalah keadlian, terintegrasi fisik dan non fisik serta melibatkan semua pihak. Prof Alimatul menambahkan bahwa kekerasan seksual dapat dicegah dengan pengembangan pengetahuan tentang kekerasan seksual, feminis konseling, dan kampanye sosialisasi budaya. Dalam kalimat penutupnya Siti Rofiah mengungkapkan “Mendukung nama baik kampus dengan mendorong kampus untuk membuat kebijakan yang bertujuan untuk mewujudkan kampus yang aman, ramah dan nyaman untuk semua masyarakat kampus serta bebas dari segala jenis kekerasan seksual” ujarnya.