PSGA UIN Walisongo Perkuat Komitmen Kampus Inklusif melalui Pelatihan Bahasa Isyarat BISINDO

Semarang, PSGA News – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan yang inklusif dan ramah disabilitas dengan menugaskan Merissa Pramudita, S.Tr.Keb., M.Kes. untuk mengikuti Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Level Dasar yang diselenggarakan oleh Yayasan Roemah Difabel Indonesia (YRDI) bekerja sama dengan Peduli Isyarat Semarang, Juru Bahasa Isyarat (JBI), Komunitas Sahabat Difabel (KSD), dan Akademi Inklusi Bersinar (AKIB).

Penugasan ini merupakan tindak lanjut atas undangan dari Yayasan Roemah Difabel Indonesia kepada UIN Walisongo Semarang untuk mengirimkan perwakilan dalam kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas tuli melalui Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Pelatihan dilaksanakan selama 10 kali pertemuan, dengan pembukaan kelas pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Roemah Difabel Puspowarno, Semarang. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran, kepedulian, sekaligus keterampilan dasar berbahasa isyarat bagi peserta sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif.

Sebagai unit yang memiliki mandat dalam pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan nilai-nilai inklusivitas di lingkungan kampus, PSGA memandang peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam memahami kebutuhan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari implementasi kampus yang ramah bagi semua.

Ketua PSGA UIN Walisongo menyampaikan bahwa penugasan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas kelembagaan PSGA dalam memberikan layanan yang lebih inklusif, khususnya bagi sivitas akademika penyandang disabilitas. Selain memperoleh keterampilan dasar Bahasa Isyarat Indonesia, peserta diharapkan mampu menjadi agen diseminasi pengetahuan kepada civitas akademika dan mendorong terciptanya budaya komunikasi yang lebih aksesibel di lingkungan kampus.

Melalui keikutsertaan ini, PSGA UIN Walisongo berharap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat mendukung berbagai program pendidikan, pendampingan, serta pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UIN Walisongo Semarang dalam mewujudkan kampus yang inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan seluruh sivitas akademika.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*