PBAK UIN Walisongo 2026 Perkuat Literasi Mahasiswa Baru tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Semarang, PSGA News – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang Tahun 2026 turut memberikan perhatian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Hal tersebut diwujudkan melalui pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus yang dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026). Pembekalan berlangsung di dua lokasi, yaitu Auditorium dan Gedung Serbaguna Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang berkompeten dalam bidang gender, perlindungan, serta pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di Auditorium Kampus 3, materi disampaikan oleh Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I., selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang. Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, bagaimana mengenali potensi terjadinya kekerasan, serta langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menciptakan relasi yang sehat dan saling menghormati di lingkungan akademik.

 Materi juga mengajak mahasiswa untuk memiliki sensitivitas terhadap persoalan gender dan kekerasan seksual. Pemahaman tersebut dinilai penting karena kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan situasi, termasuk melalui interaksi secara langsung maupun ruang digital. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu mengenali perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapinya.

Sementara itu, di Gedung Serbaguna Kampus 3, pembekalan menghadirkan Nur Hasyim, M.A., selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Walisongo Semarang. Penyampaian materi berfokus pada mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta peran sivitas akademika dalam membangun lingkungan kampus yang aman dan nyaman.

 Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan keberadaan dan fungsi Satgas PPKS UIN Walisongo sebagai salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mahasiswa didorong untuk tidak bersikap diam ketika menemukan atau mengalami kekerasan seksual, serta memahami pentingnya mencari bantuan dan melaporkan kejadian melalui mekanisme yang tersedia.

Pembekalan ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi. Literasi mengenai kekerasan seksual diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap mahasiswa agar mampu menjaga diri, menghormati orang lain, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari kekerasan.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Walisongo Semarang terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi keselamatan, penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, inklusivitas, dan keadilan. Pembekalan bagi mahasiswa baru diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pengetahuan dan literasi yang semakin baik, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari terciptanya lingkungan kampus UIN Walisongo yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*