Perkuat Kesadaran Mahasantri, Ma’had Al-Jami’ah Walisongo Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual

Semarang, PSGA News – Ma’had Al-Jami’ah Walisongo Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Kekerasan Seksual dalam rangkaian kegiatan Orientasi Kepesantrenan Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (28/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Nur Hasyim, M.A., selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Walisongo Semarang, sebagai narasumber.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian penting dalam membekali peserta Orientasi Kepesantrenan dengan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam kehidupan bersama di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah. Dalam penyampaiannya, Bapak Nur Hasyim memberikan pemahaman mengenai kekerasan seksual, bentuk-bentuk perilaku yang termasuk kekerasan seksual, serta pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. Peserta juga diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga batasan diri dan menghormati batasan orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan seksual tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga atau Satgas PPKS, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik. Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta Orientasi Kepesantrenan diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual serta mengetahui langkah yang tepat apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus maupun Ma’had.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Ma’had Al-Jami’ah Walisongo dalam menciptakan kehidupan kepesantrenan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat, keamanan, dan hak setiap individu. Dengan adanya pembekalan sejak masa orientasi, diharapkan peserta mampu membangun budaya interaksi yang saling menghormati serta turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan UIN Walisongo Semarang yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*