Kendal Indonesia – Dari total 38 proposal program pengabdian yang masuk, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang resmi menetapkan 3 program unggulan yang tersebar di Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Salah satu inovasi paling menonjol datang dari Posko 202 Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.
Senin, 31 Agustus 2026, program pemberdayaan masyarakat bertajuk Pemberdayaan Limbah Pertanian Bonggol Jagung Menjadi Biomassa Siap Komersial untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup dan Ekonomi Masyarakat Desa Jatirejo Kabupaten Kendal secara resmi diluncurkan. Peresmian akbar ini dilakukan langsung oleh Ketua LP2M UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., serta dihadiri dan didampingi oleh Sekretaris LP2M, Abdul Karim, M.S.I. dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Moh. Masrur, M.Ag.
Berangkat dari Potensi Terpendam Limbah Pertanian
Program ini lahir dari kepekaan mahasiswa KKN Posko 202 dalam membaca realitas di lapangan. Desa Jatirejo dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hasil pertanian jagung yang melimpah. Namun, pascapanen kerap menyisakan persoalan klasik: tumpukan limbah bonggol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, bonggol jagung sering kali dibiarkan membusuk atau dibakar begitu saja, yang tidak hanya berisiko mencemari lingkungan tetapi juga menjadi potensi ekonomi yang terbuang sia-sia.
Melalui pendekatan teknologi tepat guna, limbah pertanian tersebut diolah melalui serangkaian proses produksi menjadi produk biomassa yang memiliki nilai tambah tinggi. Produk olahan ini dipersiapkan tidak hanya untuk kebutuhan energi alternatif rumah tangga, tetapi juga dirancang agar siap masuk ke ranah komersial.
“Program ini membuktikan bahwa mahasiswa kita tidak hanya kuat secara teori di kampus, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat pedesaan. Limbah yang tadinya tidak bernilai, di tangan yang tepat bisa berubah menjadi berkah ekonomi dan energi hijau,” ujar Ketua LP2M UIN Walisongo.
Dorong Partisipasi Aktif dan Keberlanjutan Ekonomi
Pelaksanaan program ini tidak sebatas pada aspek produksi semata, melainkan dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat Desa Jatirejo. Warga diajak terlibat langsung mulai dari tahap pengumpulan bahan baku, proses pengolahan, hingga manajemen pengemasan produk biomassa.
Sekretaris LP2M UIN Walisongo, Abdul Karim, M.S.I., yang turut hadir dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi dan penguatan terkait pentingnya manajemen keberlanjutan usaha. Beliau menekankan bahwa pendampingan lanjutan akan terus digencarkan agar unit pengolahan biomassa ini dapat bertransformasi menjadi embrio usaha mandiri yang menopang perekonomian desa secara berkelanjutan. Fokus Utama Program Unggulan Posko 202 Jatirejo: (1) Reduksi Limbah: Mengatasi penumpukan sisa pertanian secara ramah lingkungan; (2) Energi Alternatif: Menghasilkan produk biomassa siap komersial untuk substitusi energi; (3) Pemberdayaan Ekonomi: Menumbuhkan sumber pendapatan baru bagi warga Desa Jatirejo; dan (4) Sinergi Kampus & Desa: Implementasi nyata tridharma perguruan tinggi melalui KKN Tematik 2026.
Dengan diresmikannya program biomassa bonggol jagung ini, Desa Jatirejo kini siap bertransformasi menjadi desa mandiri energi berbasis potensi lokal. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi di wilayah lain sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Kendal.
Leave a Reply