Semarang, PSGA News – Upaya membangun lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan ramah bagi santri terus dilakukan melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk βSAFE Generation (Sexual Awareness for Empowerment): Program Pencegahan Kekerasan Seksual dan Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Santri di Pondok Pesantren Tashfiyatul Qulub.β
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Tashfiyatul Qulub, Perum Griya Candi Asri, Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan dukungan dan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Tashfiyatul Qulub, Bapak Kyai Muhammad Munawwar Said, M.Pd. dan Ibu Nyai Shofi Puji Astiti, M.Pd.I. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui SAFE Generation, para santri mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi sekaligus pemahaman tentang upaya mencegah dan menangani kekerasan seksual. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri sehingga mereka mampu mengenali berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi serta memahami pentingnya menjaga diri dan lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qurβan dan sambutan dari Kepala PSGA. Selanjutnya, materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual disampaikan oleh Tim Ahli dari LRC-KJHAM Semarang, Nur Laila Hafidah, S.Pd.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh Merissa Pramudita, S.Tr.Keb., M.Kes., dosen dan staf ahli LP2M UIN Walisongo Semarang. Materi kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dalam kegiatan karena pemahaman yang baik sejak usia remaja dapat membantu santri mengenali perubahan dan kebutuhan tubuh, menjaga kesehatan diri, serta mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksinya. Dalam penyampaiannya, kesehatan reproduksi juga dikaitkan dengan risiko dan dampak kekerasan seksual. Kekerasan seksual tidak hanya dapat menimbulkan dampak psikologis, seperti rasa takut, cemas, malu, trauma, dan menurunnya kepercayaan diri, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi korban. Dampak tersebut antara lain risiko infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak diinginkan, gangguan kesehatan reproduksi, serta berbagai masalah kesehatan yang dapat muncul akibat kekerasan maupun keterlambatan memperoleh pertolongan.

Melalui materi tersebut, santri diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan reproduksi juga berkaitan erat dengan kemampuan mengenali batasan diri, memahami bentuk-bentuk perilaku yang tidak aman, berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang melanggar batas tubuh, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan kekerasan seksual. Edukasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran santri untuk melindungi diri sekaligus membangun lingkungan pesantren yang aman, sehat, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan seksual.
Program SAFE Generation dirancang dengan tujuan mendorong terbentuknya kesadaran santri mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan kekerasan seksual diharapkan tidak hanya menjadi bekal bagi individu, tetapi juga dapat mendukung terciptanya budaya saling menjaga di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan ini, PSGA UIN Walisongo menempatkan edukasi sebagai salah satu langkah preventif dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda. Santri diharapkan mampu menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung kesehatan, keselamatan, dan perlindungan terhadap sesama.

Kegiatan pengabdian tersebut ditutup pada pukul 16.00β16.15 WIB oleh panitia dan Ketua PSGA. Pelaksanaan SAFE Generation menjadi salah satu bentuk kontribusi UIN Walisongo Semarang dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan santri serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis pesantren. Melalui program SAFE Generation, LP2M UIN Walisongo Semarang melalui PSGA berupaya memperluas edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual kepada masyarakat. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh santri dapat menjadi bekal untuk menjaga kesehatan diri, mengenali situasi yang berisiko, serta turut menciptakan lingkungan pesantren yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi seluruh santri.

Leave a Reply