UIN Walisongo Online, Semarang — Sebanyak 135 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 87 di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (20/10/2026). Prosesi penerjunan berlangsung di Pendopo Kecamatan Ambarawa sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan KKN dijadwalkan berlangsung selama 45 hari, mulai 20 Oktober hingga 3 Desember 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan ditempatkan di delapan kelurahan dan dua desa untuk melaksanakan berbagai program pengabdian sesuai dengan kebutuhan serta potensi masyarakat setempat.
Ketua LP2M UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Ghofur, dalam arahannya mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai akademik serta kepribadian yang baik selama berada di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
“Ilmu yang sudah didapatkan di kampus harus diterapkan di masyarakat. Di sini, mahasiswa juga bisa menimba ilmu dan pengalaman baru,” ujarnya.
Prof. Abdul Ghofur juga berharap seluruh peserta dapat menjalankan rangkaian kegiatan KKN dengan lancar, senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan, serta mampu menghadirkan kontribusi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Camat Ambarawa, Wahyu Pito Nugroho, menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa UIN Walisongo. Ia berharap para peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun hubungan yang harmonis dengan warga, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Selamat datang, selamat mengabdi, dan selamat belajar. Saya berharap mahasiswa bisa membaur dengan masyarakat,” ungkapnya.
Wahyu menjelaskan bahwa Kecamatan Ambarawa dikenal sebagai salah satu wilayah yang menjadi rujukan dalam upaya menjaga toleransi di Kabupaten Semarang. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan mampu memahami keberagaman karakter, budaya, dan latar belakang masyarakat serta menjadikannya sebagai landasan dalam membangun interaksi yang inklusif selama menjalankan program KKN.
Selain mendorong penguatan toleransi, ia mengajak mahasiswa untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan dan lomba PKK yang dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga sekaligus mendukung program pemberdayaan di tingkat lokal.

“Kami ingin Ambarawa memiliki ciri khas yang berbeda dengan kecamatan lain. Kehadiran mahasiswa diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan pengabdian. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga masa KKN berakhir.
“Kami berharap berangkat dengan jumlah yang sama, pulang juga dengan jumlah yang sama,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan KKN Reguler Angkatan 87, UIN Walisongo Semarang berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, penguatan hubungan sosial, dan partisipasi dalam kegiatan pemberdayaan. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat juga diharapkan membentuk mahasiswa yang lebih peka terhadap persoalan sosial, mampu menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan lingkungan.
Kehadiran mahasiswa di Kecamatan Ambarawa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa penugasan, tetapi juga membangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan berdaya.
Leave a Reply