Semarang Indonesia – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menerima audiensi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan kegiatan Bedah Jurnal Perdamaian bertema “Digital Native, Game Online dan Radikalisasi Digital”. Pertemuan berlangsung pada Kamis (29/10/2026), bertempat di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua LP2M UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., Sekretaris LP2M Abdul Karim, M.Si.; Kepala Pusat Penelitian, Inovasi, Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi; Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat; serta Kepala Pusat Pemeringkatan dan Reputasi Akademik. Sementara itu, delegasi BNPT terdiri atas Muhammad Arief Ibrahim selaku Analis Kerja Sama sekaligus Koordinator Tim Renprog Deputi I BNPT, Budi Hartawan selaku Analis Kebijakan sekaligus Koordinator Analis BNPT, Noor Irawan (Arsiparis), dan Putri Wuning (Analis Data Intelijen).
Dalam sambutannya, Ketua LP2M Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif kerja sama yang ditawarkan BNPT. Ia memperkenalkan jajaran LP2M yang hadir sekaligus menjelaskan bahwa UIN Walisongo saat ini memiliki 46 jurnal ilmiah yang dikelola melalui Rumah Jurnal Rajawali. Berbagai upaya pembenahan dan peningkatan kualitas pengelolaan jurnal terus dilakukan untuk memperkuat mutu publikasi ilmiah dan rekognisi institusi. Prof. Abdul Ghofur menyambut baik peluang kolaborasi dengan BNPT, khususnya dalam pengembangan kajian akademik mengenai perdamaian, moderasi beragama, serta pencegahan radikalisasi. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perlu terus diperkuat agar dapat menghasilkan kontribusi nyata melalui kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BNPT, Budi Hartawan, menjelaskan pentingnya penguatan kanal akademik dalam upaya pencegahan radikalisasi dan terorisme. Menurutnya, BNPT membutuhkan ruang publikasi ilmiah yang dapat menjadi sarana penyampaian gagasan, hasil kajian, serta perspektif akademik terkait isu-isu pencegahan terorisme.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan media sosial dan ruang digital telah menghadirkan tantangan baru, terutama berkaitan dengan penyebaran propaganda ekstremisme yang menyasar generasi muda. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah keterkaitan antara algoritma digital, game online, dan potensi penyebaran narasi radikalisme. Oleh karena itu, tema “Digital Native, Game Online dan Radikalisasi Digital” dipandang relevan untuk dikaji secara bersama melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner.
Budi Hartawan juga menyampaikan bahwa BNPT berencana menyelenggarakan kegiatan Bedah Jurnal Perdamaian di UIN Walisongo Semarang dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa pascasarjana. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan perspektif praktisi, peneliti, dan kalangan perguruan tinggi dalam memahami fenomena radikalisasi digital sekaligus merumuskan narasi alternatif yang memperkuat nilai-nilai perdamaian.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan yang tidak hanya berlandaskan wawasan kebangsaan, tetapi juga nilai-nilai keagamaan. UIN Walisongo diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pengembangan pemikiran dan penyebaran narasi perdamaian yang menjunjung tinggi semangat kebangsaan, toleransi, dan kecintaan terhadap tanah air.
Sementara itu, Sekretaris LP2M Abdul Karim, M.Si. menyampaikan sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama BNPT. Salah satunya melalui kegiatan call for papers dengan melibatkan jurnal-jurnal di lingkungan UIN Walisongo sebagai media publikasi hasil kajian. Ia juga menyampaikan peluang kerja sama penyelenggaraan konferensi internasional dengan tema lingkungan yang direncanakan pada tahun mendatang, dengan target luaran prosiding terindeks Scopus. Abdul Karim menegaskan kesiapan LP2M untuk mendukung berbagai bentuk kolaborasi akademik, baik melalui pengembangan publikasi ilmiah, konferensi internasional, maupun kegiatan diskusi dan bedah jurnal secara berkelanjutan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara UIN Walisongo Semarang dan BNPT dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap tantangan radikalisasi di era digital. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam merawat kebinekaan, memperkuat moderasi beragama, dan menyebarluaskan narasi perdamaian di tengah masyarakat.
Leave a Reply