Semarang Indonesia– Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mempresentasikan hasil penelitian unggulan daerah berjudul “Pengembangan Model Eco-Pesantren Berbasis Energi Terbarukan di Jawa Tengah: Penguatan Tata Kelola dan Prototipe Edukasi” dalam kegiatan Laporan Akhir Riset Unggulan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ir. Eny Hari Widowati, M.Si., selaku Pengarah Invensi dan Inovasi. Agenda ini menjadi forum penyampaian hasil penelitian sekaligus evaluasi terhadap capaian riset unggulan daerah yang telah dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti UIN Walisongo Semarang memaparkan hasil pengembangan model Eco-Pesantren yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini diarahkan pada penguatan tata kelola pesantren yang ramah lingkungan sekaligus pengembangan prototipe edukasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kesadaran ekologis di lingkungan pesantren.

Tim peneliti UIN Walisongo diketuai oleh Dr. Hamdan Hadi Kusuma, M.Sc., dengan anggota Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., Abdul Karim, M.Si., dan Dr. Rusmadi, M.Si. Dalam sesi presentasi dan evaluasi, hasil penelitian tersebut mendapatkan telaah dari reviewer, Drs. H. Wahab, M.Pd.
Pengembangan model Eco-Pesantren ini menjadi salah satu kontribusi akademik UIN Walisongo dalam mendorong inovasi berbasis riset yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Pesantren tidak hanya diposisikan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai institusi yang berpotensi menjadi pelopor penerapan perilaku ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, penguatan kelembagaan, dan edukasi keberlanjutan.
Selain tim UIN Walisongo, kegiatan laporan akhir tersebut juga menghadirkan dua tim peneliti dari perguruan tinggi lainnya. Tim Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mempresentasikan penelitian berjudul “Pelestarian Benih Kedelai Lokal yang Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Pangan”. Sementara itu, tim Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memaparkan penelitian berjudul “Model Sinergitas Kebun Raya Baturraden dan Desa Penyangga: Menuju Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi—Sebuah Valuasi Ekonomi Jasa Lingkungan”.

Ketiga penelitian tersebut merepresentasikan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai isu strategis pembangunan daerah, mulai dari pengembangan energi terbarukan dan pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam Riset Unggulan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, UIN Walisongo Semarang terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian inovatif dan aplikatif. Hasil riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi dan laporan akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi model, prototipe, serta rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Leave a Reply