PERESMIAN PROGRAM UNGGULAN REVITALISASI KAWASAN KEPUNDEN MBAH DEMANG: KOLABORASI KKN UIN WALISONGO SEMARANG DAN PEMERINTAH DESA BUNDERAN WONOSALAM, DEMAK

Demak Indonesia — Program unggulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 121 Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, berupa Revitalisasi Kawasan Kepunden Mbah Demang resmi diresmikan pada Senin (31/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Desa Bunderan sekaligus mendorong penguatan potensi kawasan sebagai wisata religi desa. Peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor II UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Afif Noor, S.Ag., S.H., M.Hum., Plt. Camat Wonosalam Sukardjo, S.KM., M.Kes., Pembimbing KKN Kecamatan Wonosalam Indah Pranawaningrum, S.M., Kepala Desa Bunderan Bapak Nur Alim, perwakilan Koramil dan Polsek wilayah Wonosalam, serta tim LP2M UIN Walisongo Semarang.

Revitalisasi kawasan Kepunden Mbah Demang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan penataan dan pembenahan kawasan dengan melibatkan mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada perbaikan kondisi fisik kawasan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya desa.

Kepala Desa Bunderan, Bapak Nur Alim, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program revitalisasi tersebut. Menurutnya, bantuan dan pendampingan yang diberikan melalui program KKN menjadi kesempatan bagi Desa Bunderan untuk mengembangkan potensi kepunden sebagai salah satu aset budaya desa.

“Alhamdulillah, terpilih bantuan untuk memajukan desa dengan revitalisasi. Semoga ke depan menjadi wisata religi untuk memajukan desa. Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada LP2M UIN Walisongo Semarang,” ungkapnya.

Bapak Nur Alim juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah berkontribusi dalam program tersebut. Ia berharap mahasiswa dapat terus membawa semangat pengabdian setelah menyelesaikan masa KKN.

“Anak-anak ini semoga menjadi anak yang saleh dan salehah. Saya mendoakan semoga ke depannya mahasiswa menjadi pemimpin yang baik, bekerja dengan hati, seolah-olah sudah menjadi seorang pemimpin,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat berbagai kekurangan dari pihak desa. “Mohon maaf tidak bisa memberikan suatu penghargaan lebih. Semoga apa yang menjadi amal panjenengan akan dibalas Allah dengan kebaikan yang lebih mulia,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Camat Wonosalam, Sukardjo, S.KM., M.Kes., mengapresiasi komunikasi dan kerja sama yang dibangun mahasiswa KKN dengan pemerintah desa selama pelaksanaan program. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi.

“Kami berterima kasih karena mahasiswa KKN dapat berkomunikasi dengan desa dan bekerja sama dengan pemerintah desa. Program ini bagus karena dapat nguri-uri kebudayaan yang ada di sini,” ujar Sukardjo.

Ia menilai revitalisasi Kepunden Mbah Demang merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. “Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang ada di kampus. Ini merupakan kerja sama yang baik antara kecamatan dengan UIN Walisongo,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor II UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program unggulan tersebut. Pihaknya merasa senang dapat hadir dan turut mangayubagyo peresmian revitalisasi Kepunden Mbah Demang.

“Peresmian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara UIN Walisongo Semarang dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya diharapkan memberikan kontribusi dalam bentuk kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah lokal,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penataan kawasan, program revitalisasi ini juga memperkuat partisipasi dan swadaya masyarakat dalam menjaga keberadaan Kepunden Mbah Demang. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab bersama terhadap pengelolaan dan pemeliharaan kawasan. Dengan demikian, keberlanjutan kawasan tidak hanya bergantung pada program atau bantuan dari pihak luar, tetapi juga tumbuh dari kesadaran dan kepedulian masyarakat Desa Bunderan sendiri.

Melalui program ini, kawasan Kepunden Mbah Demang diharapkan menjadi lebih tertata, terawat, dan berdaya guna. Keberadaannya juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Desa Bunderan sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal secara berkelanjutan. Ke depan, Pemerintah Desa Bunderan berharap kawasan Kepunden Mbah Demang tidak hanya menjadi ruang yang terawat sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Desa Bunderan. Program unggulan KKN Posko 121 tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen UIN Walisongo Semarang dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong mahasiswa untuk hadir, belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan potensi lokal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*