Semarang, Indonesia– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) pada Kamis (23/7/2026). Bertempat di Ruang Rapat PTIPD UIN Walisongo Semarang, pertemuan ini membahas potensi kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan program Kecamatan Berdaya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua LP2M, Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag.; Sekretaris LP2M, Abdul Karim, M.Si.; Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Dr. Afif Noor, S.Ag., SH., M.Hum.; serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Walisongo Semarang, Moh. Masrur, M.Ag..Sementara itu, dari Dinas PMD hadir Ray Frans Roi A., S.IP., M.Si. selaku Kepala Bidang, Zaenal Azis Azis, S.STP., M.Si. selaku Kapokja, dan Rahma Tri E., S.Psi. selaku staf.
Ketua LP2M UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini kita bisa ta’aruf, bisa bincang-bincang, dan saling berkolaborasi. Pengabdian harus merambah pada pemberdayaan dan pengembangan, sehingga kegiatan yang dilakukan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ketua LP2M berharap, kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bidang penelitian dan kajian akademik.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkembang dalam bidang penelitian,” tuturnya.

Kolaborasi Posyandu dan Kecamatan Berdaya
Dalam pertemuan tersebut, pihak Dispermades menjelaskan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi ruang kolaborasi dengan UIN Walisongo. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi juga diarahkan untuk mendukung program Kecamatan Berdaya. Melalui program tersebut, kegiatan KKN UIN Walisongo dapat diintegrasikan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang mendukung program prioritas di tingkat kecamatan.
Program Kecamatan Berdaya mencakup berbagai aspek pemberdayaan masyarakat, antara lain Posyandu, PKK, paguyuban RT/RW, perlindungan kelompok lansia dan penyandang disabilitas, kepemudaan, literasi, pendidikan, serta penguatan pelayanan dasar masyarakat.
Dispermades juga menyampaikan adanya program Taruna Karya Mandiri yang memiliki ruang lingkup pada bidang kepemudaan. Program ini menyasar generasi muda, termasuk kelompok Generasi Z dan milenial, sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam konteks penguatan Posyandu, pembahasan juga mencakup transformasi layanan dan tugas Posyandu yang semakin luas. Selain layanan kesehatan, Posyandu diarahkan untuk berkontribusi dalam berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Enam ruang lingkup SPM tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Untuk bidang kesehatan, program telah berjalan dengan baik, sedangkan ruang lingkup lainnya masih terbuka untuk dikembangkan melalui sinergi lintas sektor. (Tim LP2M)

KKN sebagai Bagian dari Kecamatan Berdaya
Dalam pertemuan tersebut, muncul gagasan agar program KKN UIN Walisongo dapat menjadi bagian dari implementasi Kecamatan Berdaya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian secara umum, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan program prioritas kecamatan berdasarkan enam ruang lingkup SPM.
Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan senam lansia, penguatan Posyandu, literasi dan pendidikan masyarakat, pendampingan administrasi dan pelayanan publik, serta kegiatan pemberdayaan lainnya sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Dinas PMD juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi. Saat ini, kerja sama telah dilakukan dengan enam perguruan tinggi, termasuk kolaborasi dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) dalam sejumlah proyek kerja sama.
Ke depan, bentuk kerja sama dengan UIN Walisongo diharapkan dapat dikembangkan dalam format yang lebih terintegrasi, salah satunya melalui program Kecamatan Berdaya. Model ini dinilai dapat menjadi wadah yang lebih luas karena pelaksanaan program per SPM melibatkan beberapa OPD terkait sehingga kolaborasi dapat dilakukan secara lintas sektor.
Dalam konteks kelembagaan, perguruan tinggi melalui LP2M dapat berperan sebagai mitra dalam mendukung penguatan Posyandu, baik melalui penelitian, kajian, pengabdian, pendampingan, maupun pengembangan model inovasi pelayanan masyarakat.
Perluasan Kerja Sama Penelitian dan Kajian
Selain pengabdian kepada masyarakat, pertemuan juga membahas peluang kerja sama dalam bidang penelitian. Dinas PMD membuka peluang bagi UIN Walisongo untuk melakukan penelitian dan kajian terhadap berbagai persoalan strategis di masyarakat.
Salah satu isu yang dapat dikembangkan adalah penelitian dan kajian mengenai pesantren yang dapat dilakukan melalui sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan data dan rekomendasi berbasis riset yang dapat mendukung kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor. Sebelumnya, koordinasi program telah mempertemukan unsur pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat semakin memperkuat implementasi program di tingkat daerah dan masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, LP2M UIN Walisongo dan Dinas PMD sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya dalam mendukung transformasi layanan Posyandu, penguatan Kecamatan Berdaya, pelaksanaan KKN, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan ruang lingkup kerja sama yang lebih konkret dan terukur. Dengan mengintegrasikan kekuatan akademik perguruan tinggi dan pengalaman pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Leave a Reply