Semarang Indonesia — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melantik lima kepala pusat baru di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, Jumat, 25 September 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan sekaligus mendukung peningkatan kinerja LP2M dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, pengarusutamaan gender, serta reputasi akademik perguruan tinggi.
Lima pejabat yang dilantik tersebut yakni Prof. Dr. Afif Noor, S.Ag., S.H., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Penelitian, Inovasi, Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi; Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I. sebagai Kepala Pusat Studi Gender, Anak dan Disabilitas; Ferry Khusnul Mubarok, M.A. sebagai Kepala Pusat Pemeringkatan dan Reputasi Akademik; Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. sebagai Kepala Pusat Publikasi dan Pengembangan Jurnal; serta Dr. Ahmad Tajuddin Arafat, M.S.I. sebagai Kepala Pusat Kajian Walisongo, Islam Jawa dan Moderasi Beragama.

Pelantikan dilakukan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian agenda resmi universitas. Pengangkatan para kepala pusat tersebut diharapkan dapat memperkuat peran strategis LP2M dalam mengembangkan ekosistem penelitian dan pengabdian yang produktif, inovatif, berdampak, serta berorientasi pada peningkatan mutu dan reputasi akademik UIN Walisongo.
Kepala Pusat Penelitian, Inovasi, Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi akan memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan riset, inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sementara itu, Pusat Studi Gender, Anak dan Disabilitas akan memperkuat kajian dan program yang berkaitan dengan kesetaraan gender, perlindungan anak, serta pemenuhan hak dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Kehadiran pusat ini diharapkan semakin memperkuat komitmen UIN Walisongo dalam mewujudkan lingkungan akademik yang inklusif dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial.

Di bidang pemeringkatan dan reputasi akademik, Pusat Pemeringkatan dan Reputasi Akademik akan berperan dalam mendukung peningkatan capaian dan visibilitas UIN Walisongo pada berbagai pemeringkatan perguruan tinggi. Penguatan reputasi akademik menjadi bagian penting dalam membangun daya saing dan pengakuan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Adapun Pusat Publikasi dan Pengembangan Jurnal diarahkan untuk memperkuat tata kelola publikasi ilmiah dan pengembangan jurnal di lingkungan UIN Walisongo. Pusat ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas jurnal, produktivitas publikasi ilmiah, serta penguatan jejaring dan reputasi publikasi akademik UIN Walisongo.
Sementara itu, Pusat Kajian Walisongo, Islam Jawa dan Moderasi Beragama menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kajian mengenai warisan intelektual dan dakwah Walisongo, dinamika Islam Jawa, serta praktik dan pemikiran moderasi beragama. Pusat ini diharapkan dapat memperkuat identitas keilmuan UIN Walisongo sekaligus mengembangkan penelitian yang menghubungkan khazanah Islam Nusantara dengan persoalan sosial-keagamaan kontemporer.
Kajian mengenai Walisongo dan Islam Jawa juga memiliki relevansi penting bagi pengembangan keilmuan di UIN Walisongo. Tradisi keislaman yang berkembang di Jawa, sejarah dakwah, kearifan lokal, serta nilai-nilai moderasi dapat menjadi sumber pengembangan riset sekaligus kontribusi akademik universitas dalam memahami keberagamaan masyarakat Indonesia.
Pelantikan lima kepala pusat tersebut sekaligus menandai penguatan struktur dan pembagian fokus kerja di lingkungan LP2M. Dengan kepemimpinan pada masing-masing pusat, pelaksanaan program diharapkan semakin terarah dan mampu menjawab kebutuhan pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta penguatan reputasi akademik universitas.
Leave a Reply