Semarang, PSGA News – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang berpartisipasi dalam Kegiatan Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Kantor DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut, PSGA UIN Walisongo menugaskan staf ahli LP2M (PSGA) sebagai perwakilan untuk mengikuti rangkaian kegiatan advokasi.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan pembukaan. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berbasis bukti. Pada sesi inti, peserta memperoleh pemaparan materi mengenai Situasi HIV pada Remaja dan Strategi Pencegahan Berbasis Bukti yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Materi ini menekankan pentingnya intervensi promotif dan preventif dalam menekan berbagai faktor risiko yang dihadapi remaja. Selanjutnya, peserta mengikuti materi Orientasi Seksual dalam Kerentanan Perilaku Seksual Berisiko yang disampaikan oleh psikolog klinis dari Universitas Diponegoro. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendekatan psikologis, edukasi kesehatan reproduksi, serta penguatan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak dan remaja.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Jawa Tengah. Melalui forum ini, peserta didorong untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan perlindungan anak melalui kebijakan, pendidikan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Keikutsertaan PSGA UIN Walisongo Semarang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak serta pencegahan segala bentuk kekerasan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan. PSGA berharap hasil advokasi ini dapat menjadi dasar dalam memperkuat program edukasi dan kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak di masyarakat.
Leave a Reply