Satgas PPKS UIN Walisongo Perkuat Sinergi melalui Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Semarang, PSGA News – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di Ruang Senat Lantai 4 Gedung Kyai Saleh Darat, Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antaranggota Satgas dalam menyusun program kerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Ketua Satgas PPKS, serta Tim Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang. Kehadiran para pimpinan universitas dan anggota Satgas mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Ibu Dr. Kurnia Muhajarah, M.SI. UIN Walisongo Semarang yang menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi lintas unit sebagai upaya mewujudkan implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Kepala PSGA menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program PPKS memerlukan kolaborasi seluruh sivitas akademika serta dukungan penuh dari pimpinan universitas.

Selanjutnya, Rektor UIN Walisongo Semarang Bapak Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag. memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan rapat koordinasi. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa UIN Walisongo berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Satgas PPKS diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan berorientasi pada perlindungan korban, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan budaya saling menghormati di lingkungan kampus.

Agenda rapat dilanjutkan dengan sesi refleksi dan review alur penanganan yang dipandu oleh Ketua Satgas PPKS. Sesi ini menjadi ruang evaluasi terhadap mekanisme penanganan kasus yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang penyempurnaan sistem layanan bagi korban.

Pada sesi berikutnya, masing-masing divisi memaparkan rencana program kerja, meliputi Divisi Pencegahan dan Divisi Penanganan. Pembahasan difokuskan pada penyusunan strategi edukasi dan sosialisasi kebijakan PPKS, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi mekanisme pelaporan, peningkatan layanan pendampingan korban, serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Seluruh hasil pembahasan kemudian dipresentasikan oleh Ketua Satgas PPKS sebagai bahan penyusunan program kerja yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas unit dalam mengimplementasikan program pencegahan dan penanganan kekerasan seksual secara komprehensif. Diharapkan hasil koordinasi ini dapat semakin memperkuat sistem perlindungan bagi seluruh sivitas akademika serta mendukung terwujudnya budaya kampus yang inklusif, aman, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*