UIN Walisongo Dorong Penguatan Layanan Inklusif melalui Workshop SOP Kampus Ramah Difabel

Semarang, PSGA News – Upaya mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang inklusif terus dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Salah satunya melalui Workshop SOP Kampus Ramah Difabel yang diselenggarakan pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyusun langkah konkret dalam menghadirkan layanan kampus yang dapat diakses secara setara oleh seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.

Workshop tersebut dihadiri Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Dr. Umul Baroroh, M.Ag., Wakil Dekan dari seluruh fakultas, Kepala Bagian Umum di lingkungan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa disabilitas, serta perwakilan Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), serta sambutan dari Wakil Rektor III sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Umul Baroroh, M.Ag. menyampaikan materi mengenai kebijakan UIN Walisongo sebagai kampus ramah difabel. Ia menekankan bahwa inklusivitas perlu menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari kebijakan hingga pelayanan yang diterima mahasiswa. Menurutnya, menciptakan kampus yang ramah difabel tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana yang aksesibel. Hal tersebut juga perlu didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, prosedur pelayanan yang jelas, serta kesadaran seluruh warga kampus untuk menghargai keberagaman dan memenuhi hak setiap mahasiswa. Kampus ramah difabel harus dibangun secara bersama-sama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit atau kelompok tertentu, tetapi menjadi komitmen seluruh sivitas akademika,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.

Sesi berikutnya diisi dengan materi Penyusunan SOP Kampus Ramah Difabel yang disampaikan oleh Muhrisun, S.Ag., BSW., M.Ag., MSW., Ph.D., Tim Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana menyusun prosedur layanan yang mampu merespons kebutuhan mahasiswa dengan beragam kondisi dan karakteristik disabilitas. Penyusunan SOP dilakukan dengan pendekatan yang melibatkan berbagai unsur. Kehadiran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa disabilitas, serta perwakilan organisasi mahasiswa memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, dan masukan terkait layanan kampus yang selama ini tersedia.

Mahasiswa disabilitas menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting dalam proses tersebut. Pengalaman mereka dalam mengikuti kegiatan akademik maupun kemahasiswaan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memastikan bahwa kebijakan dan SOP yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Diskusi dan tanya jawab kemudian menjadi ruang bagi peserta untuk membahas berbagai persoalan terkait aksesibilitas. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan dalam penyempurnaan SOP sehingga nantinya dapat diterapkan secara efektif di seluruh lingkungan UIN Walisongo.

Workshop ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen SOP, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kesadaran dan budaya inklusi di lingkungan kampus. Kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan akademik yang aksesibel, inklusif, nondiskriminatif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.Ke depan, penguatan kebijakan dan implementasi SOP Kampus Ramah Difabel diharapkan dapat memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, beraktivitas, mengembangkan potensi, dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus tanpa hambatan maupun diskriminasi.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*