Dialog Publik dan Mimbar Bebas Bahas Upaya Mitigasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

PSGA NEWS, Semarang – Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Dialog Publik dan Mimbar Bebas bertajuk “Mengungkap Realitas dan Upaya Mitigasi Kekerasan Seksual di Kampus yang Berkedok Agama” pada Senin, 11 Mei 2026, di Landmark Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk berdiskusi mengenai isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi serta mendorong penguatan sistem pencegahan dan penanganannya.

Dialog publik menghadirkan Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. selaku Wakil Rektor I UIN Walisongo Semarang, Dr. Hj. Umul Baroroh, M.Ag. selaku Wakil Rektor III, Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I. selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), serta perwakilan organisasi kemahasiswaan, di antaranya Khoerun Nisa (KP3 DEMA-U), Moh. Adika Arifin (Balapikir KSMW), Neneng Khoerunnisa (KOHATI), Lailatu Zahra (KP3 DEMA FSH), Erma Pradmahsari (KOPRI PMII), dan Aisha Veranda Kartika (IMMawati). Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi dan mahasiswa dalam menciptakan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kekerasan seksual yang tengah menjadi perhatian di lingkungan kampus. Melalui dialog terbuka, peserta diajak membahas berbagai tantangan dalam pencegahan kekerasan seksual, mekanisme perlindungan korban, penguatan sistem pelaporan, serta pentingnya membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan saling menghormati.

Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan dugaan kekerasan seksual sesuai dengan mekanisme yang berlaku. PSGA bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) terus melakukan langkah-langkah penanganan, pendampingan, serta penguatan edukasi kepada sivitas akademika sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan responsif terhadap korban.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta rekomendasi terkait penguatan kebijakan kampus dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual. Forum ini juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh warga kampus.

Melalui penyelenggaraan dialog publik dan mimbar bebas ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pimpinan universitas, PSGA, Satgas PPKS, organisasi kemahasiswaan, dan seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, bermartabat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*